Jumat, 07 September 2012

Aku Sering Lupa

Malam kemarin tiba tiba lampu kamarku mati."Ah...sering banget sih mati..",aku menggerutu dalam hati. Tanganku mulai meraba benda- benda yang ada di sekitarku. " Mana sih lampu senterku ", aku mulai kehilangan kesabaran. Sekitar satu menit berlalu aku baru menemukan lampu senterku." Nah ini dia". lalu aku langsung menyalakannya. Aku tertegun melihat sinar yang keluar dari lampu senter itu. Sebenarnya tidak ada yang aneh, seperti sinar lampu senter pada umumnya. Yang membuat aku kaget, debu debu halus yang berterbangan sangat banyak sekali, padahal aku tidak di jalan raya atau dekat kawasan pabrik. Tentu teman- teman masih ingat pelajaran IPA SD kalau kita bisa melihat udara kotor dari seberkas sinar, misalnya dari sinar matahari yang masuk dari jendela kamar. Lalu aku berfikir sungguh ALLAH sangat sayang padaku, apa jadinya kalau aku tidak di lengkapi dengan bulu bulu halus di hidungku, tentu udara kotor akan bebas masuk dalam paru- paruku.

"He...He...Kamu baru sadar Yan..kalau ALLAH itu sayang sama kamu?kemana aja kamu??", hati kecilku seakan mengejek. Ya Rabb hamba orang yang tidak tau malu,begitu besar nikmatmu, sampai sampai engkau melindungi dari hal yang kita anggap remeh, yaitu debu halus yang berterbangan di udara yang setiap saat kita hirup. Belum lagi nikmat nikmat besar lainnya, Iman, Waktu, dan Keluarga yang sayang sama kita. Ampuni kami Ya Rabb..Tuhan Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang.

" Ah...Alhamdulillah..akhirnya nyala juga..nah gini kan enak...terang..".Aku bergumam sendiri. Lampu kamarku sudah menyala, langsung aku matikan lampu senterku. Tiga menit yang sangat berharga dihidupku, semoga Allah Menerangi hati ini, lebih dari lampu neon itu, dan jangan matikan hati ku seperti matinya lampu senterku...Amin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar